Makin banyak orang tua yang sadar pentingnya mengenalkan coding sejak dini ke anak. Tapi begitu mulai mencari platformnya, muncul pertanyaan baru: pilih Scratch atau Roblox Studio? Keduanya sama-sama populer sebagai platform belajar coding untuk anak, tapi punya pendekatan dan target usia yang cukup berbeda. Yuk kita bahas satu per satu supaya kamu bisa menentukan mana yang lebih cocok untuk si kecil.

Apa Itu Scratch?

Scratch adalah platform pemrograman visual berbasis blok yang dikembangkan oleh MIT Media Lab, dirancang khusus untuk memperkenalkan konsep dasar coding ke anak-anak. Alih-alih menulis kode berbasis teks, anak menyusun blok-blok perintah berwarna yang saling disambungkan seperti puzzle, misalnya blok “gerak”, “ulangi”, atau “jika-maka”.

Lewat Scratch, anak bisa membuat animasi sederhana, cerita interaktif, hingga game 2D dasar. Karena visual dan minim risiko kesalahan penulisan syntax, Scratch jadi pintu masuk yang ramah untuk anak yang baru pertama kali mengenal logika pemrograman.

Apa Itu Roblox Studio?

Roblox Studio adalah platform pengembangan game yang memungkinkan penggunanya membangun dunia game 3D lengkap dengan mekanika permainan, menggunakan bahasa pemrograman Lua. Berbeda dengan Scratch yang sepenuhnya berbasis blok visual, Roblox Studio sudah mulai mengenalkan penulisan kode berbasis teks, meski tetap didukung antarmuka visual untuk desain environment dan objek game.

Roblox Studio juga terintegrasi langsung dengan platform Roblox, yang berarti game buatan anak berpotensi dimainkan oleh jutaan pengguna Roblox di seluruh dunia—sesuatu yang jadi daya tarik besar buat anak-anak yang memang sudah familiar dengan game ini.

Perbandingan Scratch vs Roblox Studio

Aspek Scratch Roblox Studio
Metode coding Block-based (visual) Text-based (Lua) + visual editor
Target usia ideal 7-12 tahun 10 tahun ke atas
Kompleksitas Sederhana, ramah pemula Lebih kompleks, mendekati coding sesungguhnya
Output Animasi, cerita interaktif, game 2D sederhana Game 3D yang bisa dipublikasikan & dimainkan publik
Kurva belajar Landai Lebih menantang
Daya tarik untuk anak Kreativitas visual Bisa publish game & main bareng teman

Kapan Scratch Lebih Cocok?

Scratch jadi pilihan tepat kalau:

  • Anak baru pertama kali mengenal konsep coding.
  • Usia anak masih di rentang sekolah dasar awal (sekitar 7-9 tahun).
  • Tujuannya membangun fondasi logika pemrograman sebelum masuk ke coding berbasis teks.
  • Orang tua ingin anak belajar sambil bereksplorasi secara kreatif tanpa tekanan kompleksitas teknis.

Karena pendekatannya visual dan bebas dari risiko typo syntax yang membuat frustrasi, Scratch cenderung lebih cocok untuk membangun rasa percaya diri anak di tahap awal belajar coding.

Kapan Roblox Studio Lebih Cocok?

Roblox Studio lebih ideal kalau:

  • Anak sudah punya dasar logika pemrograman, misalnya sudah pernah belajar Scratch sebelumnya.
  • Usia anak sudah lebih besar (10 tahun ke atas) dan siap dengan tantangan coding berbasis teks.
  • Anak memang sudah familiar dan tertarik dengan game Roblox.
  • Tujuannya lebih spesifik ke arah pengembangan game, bukan sekadar mengenal logika dasar.

Roblox Studio juga punya nilai tambah motivasional yang kuat karena anak bisa langsung melihat hasil karyanya dimainkan orang lain di platform Roblox, yang biasanya jadi dorongan besar untuk terus belajar.


Kenalkan Anak pada Coding dan Game Development Sesuai Levelnya!

Wahana Training menyediakan dua program yang saling melengkapi untuk perjalanan belajar coding anak: Kids Coding dengan Scratch untuk membangun fondasi logika pemrograman sejak dini, dan 3D Game Development dengan Roblox bagi anak yang ingin melangkah lebih jauh membangun game 3D sungguhan. Kedua program dirancang sesuai usia dan level kemampuan anak, dipandu instruktur berpengalaman mengajar anak-anak. Cek jadwal Kids Coding dan Roblox Game Development terbaru di Wahana Training, dan bantu si kecil menemukan jalur belajar coding yang paling sesuai untuknya!


Bisa Nggak Mulai dari Scratch, Lalu Lanjut ke Roblox Studio?

Justru ini yang paling direkomendasikan banyak pendidik coding anak. Scratch memberi fondasi logika pemrograman yang kuat tanpa membebani anak dengan kompleksitas syntax, sementara Roblox Studio jadi langkah lanjutan yang lebih menantang sekaligus relevan dengan minat anak terhadap game.

Pola belajar bertahap ini juga membantu anak tidak langsung frustrasi di awal karena harus menghadapi bahasa pemrograman berbasis teks sebelum benar-benar siap. Dengan fondasi Scratch yang solid, transisi ke Roblox Studio pun jadi lebih mulus.

Tips Memilih Platform Sesuai Karakter Anak

Selain usia, orang tua juga perlu mempertimbangkan karakter dan minat anak:

  • Anak yang suka bercerita dan berkreasi bebas → Scratch lebih cocok karena fleksibel untuk animasi dan cerita interaktif.
  • Anak yang sudah kecanduan main Roblox → Roblox Studio bisa jadi cara mengalihkan kebiasaan main jadi kebiasaan produktif membuat game.
  • Anak yang mudah frustrasi dengan kompleksitas → Mulai dari Scratch dulu untuk membangun rasa percaya diri sebelum naik level.
  • Anak yang senang tantangan baru → Roblox Studio bisa langsung dicoba meski belum pernah pakai Scratch sebelumnya, asal didampingi dengan baik.

Kesimpulan

Baik Scratch maupun Roblox Studio sama-sama platform yang bagus untuk mengenalkan coding ke anak, tapi cocok di fase yang berbeda. Scratch ideal sebagai pintu masuk yang ramah untuk anak yang baru mulai, sementara Roblox Studio jadi langkah lanjutan yang lebih menantang sekaligus seru karena berkaitan langsung dengan game yang mereka sukai.

Kalau kamu ingin anak mendapat jalur belajar coding yang terstruktur dari dasar hingga level lebih lanjut, program Kids Coding Scratch dan 3D Game Development Roblox di Wahana Training bisa jadi pilihan tepat untuk menemani perjalanan belajar si kecil.