Selama ini game sering dianggap sekadar hiburan, bahkan tidak jarang dicap sebagai kegiatan yang membuang waktu. Anggapan ini wajar muncul, terutama di kalangan orang tua dan guru yang khawatir anak-anak terlalu asyik bermain hingga lupa belajar. Namun, jika dilihat lebih dekat, game sebenarnya menyimpan potensi besar sebagai sarana belajar.
Saat bermain game, seseorang sebenarnya sedang melatih banyak kemampuan sekaligus, mulai dari berpikir strategis, memecahkan masalah, hingga mengambil keputusan dengan cepat. Berbagai tantangan dalam game juga mendorong pemain untuk memahami suatu konsep dengan cara yang lebih menarik dibanding sekadar membaca teori. Tidak heran, seiring perkembangan teknologi, konsep belajar dengan game mulai dilirik dunia pendidikan sebagai bentuk media pembelajaran interaktif yang relevan dengan kebutuhan generasi sekarang.
Ketika Bermain Ternyata Juga Belajar
Ada banyak jenis game yang, secara tidak langsung, memberikan pengalaman belajar kepada pemainnya. Proses belajar ini bisa terjadi melalui eksplorasi dunia dalam game, tantangan yang harus diselesaikan, simulasi situasi nyata, visualisasi yang detail, hingga pengambilan keputusan yang berdampak pada jalannya permainan. Berikut adalah contoh bagaimana game sebagai media ajar dapat terjadi secara alami.

- Shashingo: Shashingo mengajak pemain menjelajahi lingkungan sambil mengenali berbagai objek melalui foto. Setiap objek yang ditemukan akan dikaitkan dengan kosakata dalam bahasa asing, sehingga proses menghafal kata menjadi lebih kontekstual dan visual. Cara belajar seperti ini berbeda dari metode hafalan konvensional. Pemain tidak hanya mengingat kata, tetapi juga mengasosiasikannya langsung dengan benda nyata yang mereka lihat, sehingga lebih mudah diingat.

- Cities Skylines: Cities Skylines memberikan pengalaman simulasi membangun dan mengelola sebuah kota dari nol. Pemain harus mengatur tata ruang, jalur transportasi, distribusi listrik dan air, hingga menjaga keseimbangan anggaran kota. Melalui simulasi ini, pemain secara tidak langsung belajar tentang tata kota, perencanaan wilayah, pengelolaan sumber daya, dan dampak dari setiap keputusan yang diambil. Konsep dasar ekonomi dan perencanaan pembangunan pun bisa dipahami dengan cara yang jauh lebih menyenangkan.
Ketika Guru Menjadikan Game sebagai Bahan Ajar
Konsep game based learning tidak selalu harus menggunakan game komersial seperti contoh di atas. Guru pun bisa memanfaatkan unsur permainan sebagai bagian dari kegiatan belajar di kelas, misalnya melalui kuis interaktif, simulasi sederhana, atau permainan berbasis poin dan tantangan.
Ada beberapa manfaat game based learning yang bisa dirasakan di ruang kelas, di antaranya:
- Membuat pembelajaran lebih menarik dan tidak monoton.
- Meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar.
- Membantu siswa memahami materi melalui pengalaman langsung.
- Melatih kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
Meski begitu, penggunaan game dalam pembelajaran tetap harus disesuaikan dengan tujuan belajar yang ingin dicapai. Game bukan sekadar hiburan tambahan di kelas, melainkan harus memiliki tujuan yang jelas dan relevan dengan materi yang sedang diajarkan.
Canva AI untuk Membuat Game Pembelajaran Sederhana

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence kini semakin memudahkan guru dalam membuat media pembelajaran interaktif, tanpa perlu keahlian teknis yang rumit. Salah satu teknologi yang bisa dimanfaatkan adalah Canva AI, yang membantu guru merancang konsep dan materi visual untuk kegiatan belajar dengan lebih cepat dan praktis.
Beberapa contoh game edukasi sederhana yang bisa dibuat atau dikembangkan dengan bantuan Canva AI antara lain:
- Permainan ular tangga dengan pertanyaan sesuai materi pelajaran.
- Flashcard interaktif untuk menghafal kosakata, istilah, atau konsep.
- Kuis sederhana untuk mengukur pemahaman siswa.
- Tebak gambar sesuai tema pelajaran.

Guru tidak harus menjadi programmer untuk mulai membuat game untuk media pembelajaran. Artificial Intelligence dapat membantu proses ideasi dan pembuatan materi visual, sementara guru tetap memegang peran penting dalam menentukan tujuan pembelajaran, isi materi, tingkat kesulitan, dan kesesuaian game dengan kebutuhan siswa.
Saatnya Mengembangkan Kompetensi Digital Bersama Wahana Training
Game dan teknologi bisa menjadi bagian dari inovasi pembelajaran apabila digunakan dengan cara yang tepat dan terarah. Untuk itu, guru dan tenaga pendidik perlu terus mengasah keterampilan digital agar mampu memanfaatkan teknologi dalam pendidikan dan AI untuk pendidikan, sehingga pembelajaran di kelas menjadi lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan siswa masa kini.
Tingkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan AI dan media ajar untuk menciptakan pembelajaran inovatif bersama Wahana Training!
Informasi & Pendaftaran Wahana Training Semarang
Alamat: Jl. MT Haryono No. 637, Semarang
Website: wahanatraining.id
WhatsApp: 0882 2788 0577
Jika sekolah atau institusi Anda ingin mengembangkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi pemanfaatan Artificial Intelligence, untuk menghasilkan media pembelajaran interaktif, Wahana Training Semarang siap membantu melalui program In House Training (IHT) yang dirancang sesuai kebutuhan masing-masing sekolah. Konsultasikan kebutuhan pelatihan guru di institusi Anda bersama Wahana Training Semarang untuk menemukan program yang paling sesuai.