Merancang bangunan tidak berhenti pada sketsa. Arsitek perlu membuat desain, membangun model 3D, menyiapkan dokumentasi, sekaligus mencatat informasi proyek seperti luas ruang dan jumlah pintu. Jika semuanya dikerjakan di aplikasi terpisah, revisi kecil saja bisa membuat banyak file harus diperbarui satu per satu.
Di sinilah ArchiCAD untuk arsitektur banyak dipilih. Desain, model, dan gambar kerja dapat dikerjakan dalam satu alur kerja yang saling terhubung.
Apa Itu ArchiCAD?

ArchiCAD adalah software arsitektur yang dikembangkan oleh Graphisoft, perusahaan asal Hungaria. Graphisoft ArchiCAD digunakan untuk desain arsitektur dan mendukung pendekatan BIM atau Building Information Modeling.
Sederhananya, Anda tidak hanya menggambar garis. Anda membangun model bangunan virtual dari elemen nyata seperti dinding, lantai, dan atap, lengkap dengan datanya.
Fungsi ArchiCAD dalam BIM Arsitektur
Dalam BIM arsitektur, setiap elemen bangunan membawa informasi. ArchiCAD membantu arsitek membuat model sekaligus mengelola informasi tersebut. Contoh penggunaannya:
- Dinding dan lantai: dibuat dengan ketebalan, tinggi, dan material, bukan sekadar garis.
- Pintu dan jendela: ditempatkan pada dinding dan ikut menyesuaikan saat dinding berubah.
- Atap: dimodelkan lengkap dengan kemiringan dan lapisan material.
- Ruang: dicatat nama dan luasnya secara otomatis.
- Dokumentasi proyek: denah, potongan, dan tampak diambil langsung dari model.
Fitur Utama ArchiCAD
- BIM Modeling: membuat elemen bangunan yang menyimpan data, seperti dimensi, material, dan tipe.
- 3D Modeling: memudahkan pemodelan 3D untuk melihat bentuk dan proporsi bangunan sejak awal.
- Floor Plan: menyusun denah yang otomatis selaras dengan model.
- Section dan Elevation: menghasilkan potongan dan tampak dari model yang sama.
- Object Library: menyediakan pustaka objek seperti furnitur, pintu, dan jendela yang siap dipakai.
- Rendering dan Visualization: membuat gambar dan tampilan realistis untuk presentasi desain.
- Documentation: menyusun lembar gambar, label, dan dimensi untuk gambar kerja.
- Schedules: menyusun daftar kuantitas, misalnya jumlah pintu atau luas ruang, dari data model.
- Teamwork/Collaboration: memungkinkan beberapa orang mengerjakan satu proyek secara bersamaan.
ArchiCAD dalam Proses BIM

Bayangkan proyek rumah dua lantai. Pada tahap awal, arsitek membuat model massa bangunan dan membagi ruang. Setelah itu desain dikembangkan dengan menambahkan dinding, bukaan, tangga, dan atap.
Saat klien meminta jendela diperlebar, arsitek cukup mengubahnya di model. Denah, tampak, dan daftar jendela ikut diperbarui. Dari model yang sama, gambar kerja dan data elemen dapat disusun, lalu dibagikan ke tim struktur atau MEP untuk koordinasi.
Alur inilah yang membuat workflow BIM terasa lebih terpadu dibanding menggambar tiap lembar secara terpisah.
Kelebihan ArchiCAD untuk Arsitektur
- Pemodelan bangunan: fokus pada elemen arsitektur yang intuitif.
- Integrasi 2D dan 3D: gambar 2D dan model 3D berasal dari satu sumber.
- Pengelolaan informasi: data elemen tersimpan rapi di dalam model BIM.
- Dokumentasi: gambar kerja mengikuti perubahan model.
- Efisiensi revisi: perubahan desain tidak perlu diulang di banyak gambar.
- Visualisasi: model dapat langsung dipakai untuk tampilan 3D.
- Kolaborasi: model dapat dibagikan dan dikerjakan bersama tim.
ArchiCAD vs AutoCAD

Perbandingan ArchiCAD vs AutoCAD sebaiknya dilihat dari pendekatannya. ArchiCAD dirancang untuk BIM, yaitu pemodelan bangunan berbasis informasi. AutoCAD dikenal sebagai software drafting untuk gambar CAD 2D dan 3D secara umum, termasuk di luar bidang arsitektur.
Keduanya punya fungsi berbeda. AutoCAD cocok untuk gambar teknis dan drafting, sedangkan ArchiCAD cocok bila Anda ingin membangun model bangunan yang menyimpan data. Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan proyek, standar kantor, dan tahap pekerjaan.
Kesimpulan
ArchiCAD adalah software dari Graphisoft untuk desain arsitektur yang mendukung BIM. Fungsinya mencakup pemodelan, gambar kerja, hingga pengelolaan informasi elemen bangunan dalam satu alur kerja.
Karena itu, ArchiCAD untuk arsitektur layak dipelajari oleh mahasiswa, drafter, arsitek, dan calon BIM modeller yang ingin siap menghadapi praktik BIM arsitektur di dunia kerja.